Selasa, 21 Juni 2016

Pelatihan Kepemimpinan Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta 1: Langkah Awal Menjadi Pemuda Yang Dirindukan Bangsa

Pemuda, sudah sejatinya memiliki semangat dalam pergerakkan. Semangat yang amat menggelora hingga akhirnya Indonesia mampu meraih kemerdekaannya dari masa penjajahan panjangnya. Semangat yang tak mengenal surut, meski pada zaman dewasa ini banyak hal yang mulai mengikis kebanggaan pemuda akan semangatnya. Idealismenya mulai dilubangi, langkahnya mulai terhalang jalan yang semakin berliku dan bebatuan tajam. Namun sekali lagi, bukan pemuda namanya jika dengan sangat mudah mengibarkan bendera putih tanpa meneriakkan pekikan kemenangannya, tanpa menitiskan darah terakhirnya.      
Pemuda, sejatinya tonggak kokoh yang dimiliki suatu bangsa. Jika dibentuk dengan baik, maka akan membawa kemajuan bagi bangsanya. Pembentukan pemuda ini dapat dimulai dengan memberikan perbekalan berupa pengetahuan dan pembentukan karakter. Langkah ini dilakukan sebagai proses dasar untuk melahirkan pemuda tangguh yang selalu sigap terhadap segala bentuk permasalahan bangsa.  
Program Pelatihan Kepemimpinan Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta merupakan salah satu dari sekian banyak program lainnya di Indonesia yang ditujukan untuk membentuk pemuda berintelektual yang berkarakter. Dengan didukung beberapa rangkaian kegiatan didalamnya (Pra PKM UNJ, PKM UNJ 1, 2 dan 3) pelatihan kepemimpinan ini akan mengawali pembentukan nyata jiwa kepemimpinan yang dimiliki pemuda-pemudi di Universitas Negeri Jakarta.
Dengan tema “Menjadi Pemuda Yang Dirindukan Bangsa” Pelatihan Kepemimpinan Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta ini diawali dengan rangkaian pertama yang telah berlangusng pada tanggal 17 sampai dengan 19 Juni 2016 yang bertempat di beberapa lokasi kampus UNJ yang berbeda, yaitu kampus A yang berada di Rawamangun muka, Kampus B yang berada di dekat Arion, dan kampus E yang ada di Setia budi.
Adapun tujuan dari rangkaian pertama program pelatihan kepemimpinan ini adalah untuk memberikan materi-materi yang sangat penting untuk diketahui oleh pesertanya. Materi tersebut yang kemudian akan di follow up dalam rangkaian acara berikutnya yaitu melakukan beberapa praktek lapangan dan pengabdian masyarakat sebagai wujud nyata dalam menjadi pemuda yang dirindukan bangsa. Diantara materi yang disampaikan antara lain adalah materi Public Relation dan Manajemen Issu yang dibawakan oleh M. Tri Andika Kurniawan, materi Rekayasa Sosial yang dibawakan oleh Jonru, dan materi Counter Intelligent yang dibawakan oleh Moses Caesar Assa.  
Materi mengenai Public Relation dan Manajemen Issu membahas tentang perbedaan antara public dan massa, yaitu bahwa public lebih well educated dan juga sebagai kelompok yang saling berbagai permasalahan, terlibat berbagai macam diskusi dan melahirkan beberapa solusi atas permasalahan yang ada. Sementara yang dimaksud dengan massa adalah kelompok yang pasif dan lebih longgar. Kemudian poin lainnya adalah mengenai berbagai macam hukum yang ada (devine, opinion, civilian) yang bersumber dari Johnlock. Diantara berbagai macam hukum tersebut, hukum yang paling dipercaya adalah public opinion. Hal ini dikarenakan oleh dinamika sosial politik yang ada pada suatu bangsa sehingga persepsi hadir lebih dahulu dibandingkan dengan hukum. Diantara elemen opini public adalah sebagai berikut: 

 

Menurut pemateri, diantara peran beberapa pihak dalam public relation dan manajemen issu ini, media berperan paling signifikan didalamnya. Hal ini disebabkan oleh a fact of modern society – influencing public opinion. Kekuatan yang ada pada salah satunya adalah dari sudut hiperrialitas, dimana media menciptakan suatu kondisi sedemikian rupa sehingga semakin samar antara kebenaran semu dan kebenaran sesungguhnya. 


Dampak dari hiperrialitas yang diciptakan oleh media adalah diantaranya; inflasi informasi, disinformasi, depolitisasi, baralitas informasi, dan junk informasi. Dampak lainnya yang ditimbulkan oleh media adalah menggiring adanya Spiral of silence yang disebabkan oleh adanya fear of isolation. Yaitu adalah kelompok yang lebih memilih untuk menyembunyikan pendapatnya kepada public.
            Materi selanjutnya adalah mengenai Rekayasa Sosial yang membahas tentang upaya yang diciptakan seseorang atau kelompok tertentu untuk merubah suatu realita yang terjadi ditengah masyarakat pada umumnya. Rekayasa social bisa dilakukan untuk beberapa tujuan, baik yang positive maupun negative. Untuk melakukan rekyasa social, dibutuhkan actor pembawa perubahan yaitu agent of change yang banyak diperankan oleh pemuda. Berikut ini adalah beberapa indicator agent of change; memiliki power, leadership, morality, mentality, dan values.
           Materi counter intelligent membahas tentang arti dibalik kegiatan counter intteligent itu sendiri, yaitu aktivitas menghalangi musuh dari mendapatkan informasi yang penting. Suatu kelompok bisa melakukan proses counter intelligent bila telah sadar akan adanya ancaman yang ditimbulkan oleh pihak musuh. Kemampuan untuk menyadari akan ancaman tersebut sebenarnya muncul dari proses mengamati sinyal, kode, atau situasi, merasakan atau sensing the situation, selecting important codes, baru kemudian didapatlah sebuah data. Stelah itu data yang ada dimaknai dan diambil kesimpulannya. Berikut ini adalah satu cara untuk mengetahui cara memaknai data:





Yang dimakasudkan dengan gambar diatas juga dibantu dengan proses lainnya yaitu dengan mengamati emerging issue trends – sehingga lahirlah sebuah kesimpulan.
Adapun hakikat ancaman yang terjadi di Negara Kesatuan Republik Indonesia terbagi dalam tiga kelompok besar yaitu ancaman militer yang dapat berupa konflik terbuka, hibrida/war, dan non militer yang dapat berupa terorisme, separatism, wabah penyakit, dan lainnya. Diantara berbagai cara mengatasi ancaman yang terjadi, jika dikaitkan dengan tugas pemuda sebagai tonggak berdirinya bangsa adalah dengan melakukan bela negara. Bela negara amatlah penting untuk ditanamkan pada setiap pemuda Indonesia karena mampu mendorong para pemuda ini untuk lebih mencintai tanah airnya dan dapat membantu mempertahankan kesatuan negara.  
  

Farah Novia/ED/FBS/2012/Kelompok 6


Tidak ada komentar:

Posting Komentar